Minggu, 21 Oktober 2012

DYSGRAPHIA (kumpulan puisi): Goresan Awal seorang Pemula



DYSGRAPHIA adalah buku pertama yang saya tulis. Buku kumpulan puisi yang saya buat selama 1 semester atau kurang lebih 6 bulan dengan penuh berjuangan keras, pertentangan batin, menguras otak, menipiskan imajinasi, pokoknya melelahkan. Walaupun pada akhirnya bisa selesai juga, alhamdulillah...




10 Oktober 2012, finally done. Kumpulan puisi yang berisi kurang lebih 44 puisi akhirnya dapat saya selesaikan. Walaupun awal mulanya hanya ingin menuntaskan kewajiban dari kegiatan mahasiswa yang saya ikuti dan tentunya untuk memenuhi syarat sebagai seorang 'penulis produktif'.

Isinya memang agak acak-acakan dan terkesan sembarangan, dari diksi ataupun runtutnya rima-rima dan baitnya, tapi saya cukup senang bisa menyelesaikan buku yang total ada 63 halaman. Rata-rata puisinya memang tentang hal-hal yang berkaitan dengan kuliah saya. Termasuk pemilihan judul 'dysgraphia' yang merupakan salah satu istilah umum yang sehari-hari saya dengar di bangku perkuliahan. Beberapa diantaranya memang ada istilah-istilah khusus, oleh karena itu saya juga melampirkan glosarium untuk mempermudah pembaca.

Buku ini dan semua buku yang ditulis secara mandiri oleh teman-teman satu UKM saya telah dipamerkan di toko buku yang ada di Malang dan tentunya Universitas Negeri Malang. Bahkan ada beberapa yang dijual online. Awalnya, memang merasa malu apabila harus memperlihatkan apalagi memamerkan puisi yang sama sekali gak puitis banget di khalayak umum, bahkan walaupun buat dibaca teman-teman satu UKM. Tapi apa boleh dibuat.

Beberapa hal yang membuat saya bangga dan sedikit PD memamerkan karya saya adalah ini seratus persen buatan saya asli!! Dari puisi, layout, ilustrasi cover, editing, dll saya kerjakan sendiri. Bangga. Pengen rasanya teriak: It's done by me, myself, and I!!!



Dysgraphia


Bukan lelah
Tapi amarah
Pada sebuah lembaran kosong tanpa cela
Kata menjelma bak echolalia
Merangkai huruf pun jadi tak berguna

Kemanakah hendak kucari e, f, g, dan h
Ketika tak satupun dari a, b, c, dan d yang kuingat
Mungkinkah b dan d bertukar tempat?
Akankah p dan q meleburkan diri dan menghilang dari peradaban?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar