Minggu, 17 Agustus 2014

Kepada ...

Aku tidak tahu harus melakukan dan berkata apa. Merangkai kata untuk kutuliskan saja aku tak mampu. Aku sendiri sekarang merasa tidak yakin dengan apa yang kutuliskan saat ini.



Aku tahu ini semua salahku, ketika aku pergi dan hanya meninggalkan teka-teki. Mungkin pantas jika dikatakan aku lari dari tanggung jawab saat semua beban sudah ada dipundakku. Tetapi bukan itu alasanku.

Ada suatu saat ketika aku sudah percaya dan terkhianati begitu saja. Aku dalam penantian. Aku sudah menunggu. Aku tidak yakin apakah berharap itu benar. Tapi saat itu tidak pernah sampai jawabannya kepadaku. Aku juga tidak bisa mengesampingkan beberapa kata-kata saja. Aku yakin kata-kata itu akan menjadi pisau dan kita tentu akan terluka pada akhirnya.

Aku tahu seharusnya aku sudah mengucapkan itu diawal. Aku sudah mencoba, namun sepertinya semuanya itu tidak berguna.

Aku minta maaf, karena membuat semua merasa tersayat. Sudah berulang kali aku mencoba untuk memberanikan diri mengambil tindakan. Tetapi selalu berakhir dengan sebuah keputusasaan.

Aku tahu mungkin sangat sulit untuk memaafkanku, karena aku begitu egoisnya mencoba menghindari luka yang lebih dalam. Maafkan aku juga, mungkin kata-kata ini tidak cukup untuk mengobati sakit hati dan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Tetapi mungkin cukup memberi penutup pada beberapa masa lalu yang kini juga masih menjerat leherku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar